Cara memilih aplikasi kasir untuk cafe
1 November 2026 · 5 menit baca
Aplikasi kasir akan dipakai setiap hari, biasanya oleh orang yang sedang buru-buru melayani antrean. Jadi sebelum melihat daftar fitur yang panjang, coba bayangkan jam paling ramai di cafe kamu. Dari situ biasanya kelihatan apa yang benar-benar dibutuhkan.
1. Coba catat pesanan yang rumit
Minta demo, lalu coba pesanan yang sering muncul di tempat kamu. Misalnya dua kopi susu, satu less ice, satu extra shot. Hitung berapa kali harus mengetuk layar. Kalau pesanan seperti ini terasa lama saat demo, saat ramai akan terasa lebih lama lagi.
2. Pastikan preferensi bisa punya harga tambahan
Banyak menu cafe punya pilihan es, gula, susu, dan topping. Cek apakah pilihannya bisa dipakai ulang untuk banyak menu, apakah bisa diberi harga tambahan, dan apakah ikut tercetak di struk serta terbaca oleh dapur.
3. Lihat bagaimana pesanan sampai ke dapur
Kalau dapur atau bar masih menerima kertas, tanyakan apakah ada kitchen display system (KDS). Layar ini berguna kalau pesanan sering menumpuk atau kertas sering terselip. Untuk usaha yang sangat kecil, printer di bar kadang sudah cukup.
4. Cek cara bayar yang didukung
Minimal cek tunai, QRIS, kartu, dan transfer. Tanyakan juga apakah pelanggan bisa bayar online, biaya transaksinya berapa, dan kapan uangnya masuk ke rekening. Biaya dan jadwal pencairan biasanya mengikuti penyedia pembayaran yang dipakai.
5. Cek perangkat yang dibutuhkan
Tanyakan apakah aplikasinya bisa dipakai di laptop atau tablet yang sudah kamu punya, dan printer apa saja yang didukung. Coba langsung cetak struk saat demo kalau bisa, karena urusan printer sering baru ketahuan masalahnya setelah berlangganan.
6. Perhatikan stok dan laporan
Ada dua hal yang berbeda: stok produk jadi dan stok bahan baku. Kalau kamu ingin stok susu berkurang setiap kopi susu terjual, pastikan aplikasinya punya resep. Lalu cek laporan tutup shift, karena laporan inilah yang dipakai untuk mencocokkan uang kas setiap hari.
7. Atur siapa bisa membuka apa
Kasir biasanya tidak perlu melihat omzet keseluruhan, dan dapur tidak perlu membuka kasir. Pastikan tiap karyawan punya akun sendiri dengan akses yang bisa dibatasi, supaya transaksi tercatat atas nama yang benar.
8. Tanyakan yang belum ada
Pertanyaan ini sering terlewat. Tanyakan langsung apakah sudah ada multi cabang, integrasi GoFood atau GrabFood, program poin, dan laporan laba rugi kalau kamu membutuhkannya. Lebih baik tahu dari awal daripada harus pindah aplikasi setelah data menumpuk.
Daftar singkat saat demo
- Catat pesanan paling rumit di tempat kamu
- Tes cetak struk di printer yang akan dipakai
- Lihat tampilan pesanan di dapur
- Coba bayar dengan QRIS
- Buka laporan tutup shift
- Tanyakan biaya berlangganan dan biaya transaksi
- Tanyakan siapa yang membantu saat ada masalah